Jual Baju APD Hazmat

27 May 2020 56x artikel

Beranda » artikel » Jual Baju APD Hazmat

Kami selaku Distributor Hazmat Suit APD yang sudah standard Kemenkes sudah men-jual ratusan bahkan baju APD Hazmat ke seluruh Indonesia yang diperuntukkan untu kebutuhan paramedis, donasi, dll

Kebutuhan baju APD sangat banyak di seluruh Indonesia tetapi secara garis besar kebutuhannya ada di Makassar Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Harga jual baju APD Hazmat SAFO Rp. 140.000 dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • Material : High degree PVC solid sheet
  • Tipe : Non woven/tanpa anyaman
  • Produksi : full pabrikasi, non jahitan
  • Pemakaian : Bisa dipakai berulang kali (Bisa di cuci)
  • Sifat : anti bocor, tahan air, tahan kimia, tahan panas & dingin, tidak mudah menyala, anti bakteri, elastis & nyaman
  • Sampah : bisa di daur ulang
  • Suhu : eksposur hingga 60 derajat Celcius
  • Quality Sistem : diproduksi dengan sistem ISO 9001 : 2015 QMS (international Standard Organization)

Hazmat APD diproduksi menggunakan teknologi sistem SEAMLESS (tanpa jahitan). Lubang jahitan di Hazmat yang sangat banyak bisa menjadi salah satu celah untuk masuknya cairan, bakteri & virus ke dalam Hazmat. Jadi walau bahan waterproof, kalau masih menggunakan jahitan untuk sambungan pakaian, maka resiko terpapar virus masih ada

Baju Hazmat APD diproduksi di pabrik dengan standar kualitas yang tinggi ISO 9001:2015 QMS

Karena menggunakan bahan berkualitas maka baju hazmat APD ini hemat biaya karena hazmat dapat dicuci hingga 10x

Penggunaan APD memiliki jenjang tertentu tergantung kapan dan siapa penggunaannya. Pengguna APD ini terdiri dari tenaga kesehatan tingkat pertama, kedua, dan ketiga.

“Untuk tenaga kesehatan tingkat pertama, yaitu tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktik umum di mana kegiatannya tidak menimbulkan risiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol, maka dapat menggunakan APD masker bedah, gaun, dan sarung tangan pemeriksaan,” tuturnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan tingkat kedua adalah dokter, perawat, dan petugas laboratorium yang bekerja di ruang perawatan pasien di mana dilakukan pengambilan sampel non pernapasan atau di laboratorium.

“APD yang dibutuhkan antara lain penutup kepala, kacamata pengaman, masker bedah, gaun, sarung tangan sekali pakai,” kata Arianti.

Terakhir, tenaga kesehatan tingkat tiga merupakan yang paling infeksisus dan berisiko tinggi.

Kelompok ini merupakan tenaga kesehatan yang bekerja, berkontak langsung dengan pasien, yang dicurigai atau sudah terkonfirmasi covid-19, dan melakukan tindakan-tindakan bedah yang menimbulkan aerosol.

“Maka APD yang digunakan harus lebih lengkap. Yaitu penutup kepala, pengaman muka, pengaman mata, masker N95, coverall, sarung tangan bedah, dan sepatu boot anti slip,” ungkapnya. (Sumber Media Indonesia)

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.